Bismilah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.....

" MADING GEMA NURANI " __ Jl.Raya Kaliabang Tengah No.75 B Bekasi 17125 Phone 021 88871329 __ ** Ikhlas Melayani Mendidik Sepenuh Hati **

AL QURAN

Cari .....

Tampilkan postingan dengan label Parent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parent. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

CARA EFEKTIF MENDISIPLINKAN ANAK



Ayah Bunda, Ummi Abi begini cara jitu agar anak bisa tumbuh disiplin :


1.  Selalu beri penghargaan saat anak bersikap baik, beri tahu ia bahwa Anda senang saat ia        melakukan hal baik.
2. Beri peringatan sebelum menjatuhkan sanksi apabila anak melakukan pelanggaran atau kesalahan yang disengaja
3. Pastikan Ummi dan Abi menerapkan disiplin yang sama, agar anak tidak bingung.
4. Ingat bahwa anak selalu meniru orang terdekatnya yaitu orang tua. Jika Anda membuat         peraturan, pastikan Anda juga melaksanakannya, sehingga anak aman dan nyaman                 menduplikasi tingkah laku bersama dengan orang tuanya. 

UmmiAbi, AyahBunda

CARA MENGAJARKAN ANAK UNTUK RESPEK



Rutin lakukan empat hal ini untuk menumbuhkan rasa menghargai pada diri balita Anda.

1. Beri contoh lewat kegiatan Anda sehari-hari. Seperti selalu mengatakan "tolong" ketika menyuruh dia mengambil sesuatu dan mengucapkan "terima kasih" sesudahnya." Biasakan hal tersebut agar anak belajar begitulah cara yang baik dalam bertutur kata.

2. Hargai hal yang dilakukannya, misalnya ketika dia sedang bercerita, tunjukkan sikap menghargai dengan menatap mata anak lalu dengarkan ceritanya. Dengan begitu dia juga akan melakukan hal yang sama ketika Anda berbicara padanya. Hindari menyuruh anak diam dan bermain dengan mainannya ketika dia hendak berbagi cerita.

3. Berbeda itu indah. Hindari memarahi dia jika dia menginginkan hal yang berbeda dari Anda. Misalnya, Anda ingin jalan-jalan ke mall tapi anak lebih ingin ke taman bermain. Jangan memaksakan kehendak Anda, tapi siasati dengan "Nanti kita akan ke taman bermain setelah dari mall ya." Dan ingat untuk tepati janji Anda, jika tidak Anda akan dicap pembohong oleh anak. Selain itu kemampuan verbal anak juga akan dewasa seiring usianya, dia juga akan belajar menghargai pendapat orang lain dan berusaha melihat dari sisi positif.

4. Puji dengan alasan. Ketika anak mengucapkan kata "Tolong" saat meminta Anda mengambilkan makanan, jangan puji dengan kalimat, "good boy" atau "anak pintar", tapi pujilah dengan kalimat seperti "Terima kasih sudah mengucapkan kata "tolong" saat minta bantuan bunda". Hal itu menandakan apa yang dia lakukan mendapat feedback yang baik sehingga dia tak segan mengulang mengucap kata "tolong" pada kesempatan berikutnya.

AyahBunda

Rabu, 09 Maret 2016

Membangun Rasa Percaya Diri Anak Termasuk Tugas Berat Orangtua, Lakukan 11 Cara ini Membangun Kepercayaan Diri Anak


Dibutuhkan kepercayaan diri untuk menjadi anak-anak. Hal ini terus berlangsung sejak mereka bayi, dari mulai mampu meraih mainan, menalikan sepatu untuk pertama kalinya, hingga pergi ke sekolah baru. Sayangnya, kepercayaan diri ini dihadang oleh banyak wilayah kata “Jangan!” yang dibangun orang tua.
Tentu, orang tua ingin menanamkan sikap “Saya bisa!”  pada anak-anak sehingga mereka berani menghadapi tantangan baru dan, pada akhirnya, percaya pada diri mereka sendiri. Meskipun setiap anak berbeda, orang tua dapat mengikuti beberapa pedoman umum untuk membangun kepercayaan diri.
1. BANGUN KOMPETISI
Kepercayaan diri meningkat dari rasa berkompetisi. Dengan kata lain, anak-anak mengembangkan kepercayaan diri bukan karena orang tua memberitahu mereka, tetapi karena prestasi mereka, baik besar maupun kecil. Tentu, ada baiknya untuk mendengar kata-kata positif dari ibu dan ayah. Tapi kata-kata pujian berarti lebih ketika mereka diberikan saat anak melakukan sesuatu hal yang khusus atau mencapai kemampuan baru.
Saat mereka mencapai sesuatu, apakah itu menyikat gigi mereka sendiri atau naik sepeda, mereka mendapatkan perasaan mampu dan mampu. Jika perasaan ini terus mereka miliki, kepercayaan diri mereka pun semakin terasah.
Membangun rasa percaya diri dapat mulai dimuali sangat dini. Ketika bayi belajar untuk mengambil benda dari tangan Ibu atau balita belajar berjalan, mereka mendapatkan ide “Aku bisa melakukannya!” Dengan setiap keterampilan baru dari tonggak pertumbuhannya, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan seiring dengan meningkatnya kepercayaan orang tua.
2. JANGAN TERLALU DIBANTU
Ternyata, ada cara yang lebih baik untuk membangun harga diri selain memberikan pujian bertubi-tubi kepada anak-anak. Caranya? Berhenti membantu mereka terlalu sering. Belajarlah hanya melihat dan tahanlah untuk memberikan bantuan. Biarkan anak Anda mengambil risiko, membuat pilihan, memecahkan , dan mengakhiri apa yang telah mereka mulai.

3. BERHENTI MEMUJI  ANAK BERLEBIHAN
Harga diri berasal dari perasaan aman dan dicintai, serta dari rasa mampu mengembangan diri. Ingatlah bahwa kemampuan membutuhkan waktu dan usaha, bukan pujian yang melenakan. Sebisa mungkin, sebaiknya tahanlah pujian untuk hal-hal yan memang seharusnya menjadi kemampuan dasar anak kita.
Ketika kita memuji anak-anak berlebihan, kita menjerumuskan mereka ke jurang percaya diri berlebih tanpa bisa melakukan yang seharusnya. Jika Anda terus mengatakan anak Anda ia sudah melakukan pekerjaan yang fantastis, Anda mengatakan ia tidak lagi membutuhkan untuk mendorong dirinya sendiri. Berikan ia keyakinan yang berasal dari kemampuannya melakukan, dari mencoba dan gagal dan mencoba lagi, dari praktek bukan pujian.
Terlalu sering memuji benar-benar dapat mengikis harga diri. Hal ini dapat membuat anak-anak mulai berpikir bahwa mereka sempurna atau mereka mencoba untuk menjadi sempurna sepanjang waktu – yang tentu saja mustahil. Dan pujian yang sengat detil malah membingungkan mereka. Pujian yang datar bahkan mengajari anak untuk berbohong.
4. BIARKAN ANAK ANDA MENGAMBIL RISIKO YANG SEHAT
Untuk membangun kepercayaan di dunia, anak-anak harus mengambil peluang, membuat pilihan dan mengambil tanggung jawab. Jangan tergoda untuk menjadi orang tua yang mencoba untuk menyelamatkan anak-anak Anda dari kegagalan sepanjang waktu. Lakukan dari hal yang dilakukan sehari-hari seperti melihat Anak anda menuang air ke dalam gelas dan kita hanya berdiri di sana untuk menahan napas.
5. BIMBING ANAK-ANAK MEMBUAT PILIHAN MEREKA SENDIRI
Ketika anak-anak membuat pilihan yang sesuai dengan usia mereka sendiri, mereka merasa lebih kuat. Hal ini, menunjukkan bahwa anak-anak usia dini dapat mulai mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan mereka. Biarkan anak-anak memutuskan sendiri apakah akan memakai mantel, topi dan sarung tangan sebelum dibonceng motor di sore hari, misalnya. Begitu mereka tahu perbedaan antara hangat dan dingin, itu terserah mereka. Mereka harus memiliki kontrol atas tubuh mereka dan mengambil tanggung jawab untuk pilihan mereka.
6. BIARKAN MEREKA MEMBANTU DI SEKITAR RUMAH
Dalam membangun harga diri, anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dan merasa bahwa kontribusi mereka berharga. Bahkan ketika mereka balita, ajak mereka memasak, menata meja, dan merapikan tempat tidur.
7. DORONG  MEREKA UNTUK  MENYELESAIKAN YANG MEREKA SUKAI
Cara lain yang jitu untuk meningkatkan kepercayaan pada anak-anak adalah dengan mendorong mereka untuk melakukan tugas mereka yang mereka minati. Yang terpenting, pastikan mereka menyelesaikannya. Tidak peduli apakah itu berenang sampai menyelesaikan gambar untuk diwarnai. Intinya adalah bagi mereka untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai, sehingga mereka merasa bahwa itulah prestasi  yang mereka capai.
8. DUKUNG MEREKA KETIKA GAGAL
Begitu banyak orang tua yang berpikir bahwa perjuangan dan kegagalan akan menyakiti harga diri anak-anak mereka. Padahal itu sebenarnya kesempatan emas untuk membantu membangun kepercayaan diri.
Tunjukan pada anak-anak bahwa cinta Anda tanpa syarat. Biarkan anak Anda tahu bahwa Anda mencintainya bahkan ketika dia gagal atau membuat keputusan yang buruk. Jika semua yang Anda bicarakan adalah keberhasilan, dia akan berpikir Anda hanya mencintainya ketika rapornya bagus atau ketika ia berhasil menjadi juara.
9. PASTIKAN KESESUAIAN TUJUAN DAN USIANYA
Pastikan tujuan anak Anda sesuai untuk kemampuannya. Ketika anak Anda merasa lambat membaca, misalnya, ajak ia membaca satu kata setiap dua hari. Hal ini membuat anak sangat bangga pada dirinya sendiri hingga ia tidak sadar bahwa ia terus mengembangkan kemampuannya.
10. BUAT ANAK ANDA MERASA ISTIMEWA
Latihlah diri Anda untuk membantu anak-anak menemukan bakat unik dan kemampuan mereka sendiri. Hal ini tidak hanya bertujuan agar mereka dapat menghargai kekuatan mereka sendiri, tetapi juga untuk mengajarkan mereka bahwa perasaan khusus tidak berarti merasa lebih baik daripada yang lain.
11. TENTUKAN TUJUAN DENGAN TERUS MENCOBA

Ajarkan anak-anak Anda untuk fokus menuju tujuan yan mereka miliki. Buat mereka memiliki kebanggaan dalam prestasi mereka, meski tidak menjadi yang pertama. Hal ini adalah langkah awal untuk memberikan mereka kesempatan untuk sukses. Coba, coba lagi. Dorong anak Anda untuk mencoba hal-hal dengan cara mereka sendiri, menghadapi tantangan, dan mengambil risiko.  By 

Minggu, 06 Maret 2016

Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor penyebab Anak Cengeng dan 7 Cara Mendidiknya yang dapat Diterapkan



Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi anak cengeng.

Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.
Ada banyak banyak faktor anak cengeng. Berikut beberapa faktor penyebab anak cengeng:

1.  EMOSI ANAK TIDAK STABIL BERAWAL EMOSI IBU TAK STABIL SAAT HAMIL

Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. Jadi salah satu penyebab anak cengeng karena emosi anak tidak stabil yang disebabkan oleh  Emosi ibu tak stabil saat hamil.

2. MENCARI PERHATIAN KARENA KADANG-KADANG ANAK MENANGIS KARENA INGIN DIPERHATIKAN

Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

3. ANAK CENDERUNG LEBIH SENSITIF

Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.

4. PENTINGNYA ORANGTUA KONSISTEN, DIA BISA SAJA MENGGUNAKAN TANGISAN SEBAGAI UPAYA TERHINDAR DARI HUKUMAN ATAU TEGURAN

Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.

5. KARENA POLA ASUH YANG TERAPKAN IA SELALU TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILAKUKANNYA

Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.

6. ANAK YANG SERBA BOLEH ATAU DIMANJA BERLEBIHAN JUGA BERPOTENSI MENJADI ANAK CENGENG

Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.
Untuk membantu anak agar tidak cengeng, berikut beberapa strategi mendidik anak agar tidak cengeng:

1. ANAK DENGAN KARAKTER CENGENG MUDAH DIKENALI PADA USIA INI, JADI KENALI SEJAK DINI

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mengenali karakter manusia selain orang tuanya sendiri, terutama ibu. orangtua diharapkan dapat mengetahui arah perkembangan karakter anak sejak ia mulai berusia satu atau dua tahun, agar dapat menentukan pola pengasuhan yang tepat untuknya. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, apalagi jika ia adalah anak bungsu.

2. JANGAN MENGANGGAP TANGISAN ANAK SEBAGAI SUATU KESALAHAN

Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

3. KETIKA ANAK MENANGIS, JANGAN MEMARAHI ANAK DAN MEMAKSANYA UNTUK DIAM

Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

4. HINDARI MENAKUT-NAKUTI ANAK TERHADAP SUATU HAL

Seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

5. BANTU ANAK AGAR MERASA AMAN

Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan. Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

6. PELAJARI STRATEGI KHUSUS UNTUK MENGATASI KEMARAHAN ANAK

Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

7. MEMINTA BANTUAN PSIKOLOG ANAK

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak. By SayangiAnak

Orangtua Sebaiknya Melakukan 8 Hal ini Agar Anak meminta Maaf karena Kesadaran Sendiri

Pendidkan Karakter

Ada orangtua yang sampai memaksa menyuruh anaknya minta maaf saat berbuat kesalahan. Pemaksaan ini sebenarnya tidak akan membuat anak benar-benar paham dari efek perbuatannya sehingga dia perlu mengucap maaf.
Jadi bagaimana seharusnya orangtua mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahannya? Berikut orangtua mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahannya :

KELUARGA ADALAH PILAR PERTAMA, BERIKANLAH CONTOH DAN MEMBIASAKAN MEMINTA MAAF DALAM KELUARGA

Bila anda telah bertindak salah, anda harus berani mengakuinya apalagi berada di lingkungan anak anda tumbuh. Hal ini untuk mengajarkannya secara langsung sikap yang harus dilakukannya ketika anak anda salah. Anda juga meminta maaf ketika anda bereaksi berlebihan, gunakan kata-kata yang bisa dicontohnya. Berkata, maaf  kepada anak anda bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk membentuk pribadinya. Dengan contoh nyata, maka anak anda akan lebih terbiasa dengan spontan untuk meminta maaf ketika kesalahan dilakukannya.

MENDIDIK ANAK UNTUK BELAJAR MINTA MAAF SEBAIKNYA DILAKUKAN SEJAK DINI UNTUK MENJADIKANNYA KEBIASAAN BAIK

Kenalkan pada usia balita sehingga ketika anak anda berinteraksi dengan teman sebayanya sudah dapat mengimplementasi kebiasaan meminta maaf ketika melakukan kesalahannya.
Ketika anak anda melakukan kesalahan seperti mengambil mainan teman sebayanya dan menyebabkan temannya menangis, anda dapat mengajari dengan menjelaskan terlebih dahulu lalu menyuruh anak anda untuk meminta maaf dengan cara menyalami tangan rekannya.

HINDARI MEMBERIKAN NASIHAT PANJANG LEBAR YANG CENDERUNG TIDAK AKAN DIDENGARKANNYA

Saat anak berperilaku tidak baik atau melakukan kesalahan, sebaiknya hindari memberikan nasihat panjang lebar yang cenderung tidak akan didengarkannya.

GANTI NASIHAT TERSEBUT DENGAN PERTANYAAN YANG BISA MEMBANTU ANAK MEMAHAMI EFEK DARI TINDAKAN YANG DILAKUKANNYA

Misalnya saja: bagaimana perasaan kamu kalau Andi menyobek buku sekolahmu? Pertanyaan tersebut bisa membantu anak belajar bahwa mereka harus bertanggungjawab atas perasaan sedih yang dirasakan temannya atau orang yang dia kecewakan.

ANAK BISA MEMAHAMI BAHWA MARAH ATAU SEDIH ATAU BAHKAN FRUSTASI SEBENARNYA BOLEH SAJA, ASALKAN TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN

Anak juga bisa memahami bahwa marah atau sedih atau bahkan frustasi sebenarnya boleh saja, asalkan tidak merugikan orang lain, seperti menyobek buku temannya itu. Dia dapat mengerti bahwa perasaan dan tindakannya ini bisa berdampak pada orang lain.

DARIPADA MEMBERIKAN HUKUMAN, COBALAH UNTUK MENUNJUKKAN PENYESALAN DENGAN CARA LAIN. MEMBANTU ANAK MENEMUKAN SOLUSI ATAS DAMPAK DARI TINDAKANNYA

Anda bisa bertanya pada anak: apa ya yang bisa kita lakukan supaya dia (temannya yang bukunya disobek) tidak sedih? Kemudian Anda bisa menyarankan untuk mengucapkan kata maaf sebagai langkah awal. Namun karena anak-anak lebih senang belajar melalui tindakan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan membantu memperbaiki buku yang telah disobek itu. Misalnya dengan merekatkan dengan lem atau selotip.

JELASKAN DENGAN MEMINTA MAAF AKAN MENDEKATKAN HUBUNGAN PERTEMAN DENGAN SIAPAPUN, TERMASUK DENGAN TEMAN-TEMAN SEBAYANYA

Bila anak anda kesulitan untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, anda dapat menjelaskan dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan perteman dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Memiliki banyak teman mempunyai salah satu ukuran bahwa anak anda diterima dengan baik di dalam lingkungannya. Dengan demikian anak anda menyadari keberadaan teman sangat diperlukan dalam lingkungan anak anda.

UNTUK MEMPERBAIKI KESALAHANNYA DIMASA DEPAN, ANDA BISA MENGAJAK ANAK BERMAIN PERAN

Saat anak sudah menjalani ‘tugasnya’, memperbaiki kesalahannya, Anda bisa mengajak anak bermain peran. Tanyakah padanya: jika kamu bisa mengulang yang sudah terjadi tadi, hal berbeda apa yang akan kamu lakukan pada Andi? Berikan anak waktu untuk berpikir, kemudian bantu dia untuk menangani emosinya. Dengan cara ini anak bisa lebih memahami untuk melakukan tindakan yang positif. By 

FB

Tweet GN

Live Trafic Feed ..

Flag Counter

Nasehat

Kita Mampu

CARA BUAT BLOG

Perjuangan anak agar bisa sekolah

Sedih sampai nagis tengok ni..

Dikirim oleh Puteri Tiara Elisha pada 15 Januari 2015

Perjuangan

Perlombaan ini Seru Banget Nih!

Dikirim oleh Videofb pada 4 April 2016