Bismilah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.....

" MADING GEMA NURANI " __ Jl.Raya Kaliabang Tengah No.75 B Bekasi 17125 Phone 021 88871329 __ ** Ikhlas Melayani Mendidik Sepenuh Hati **

AL QURAN

Cari .....

Minggu, 06 Maret 2016

Orangtua Sebaiknya Melakukan 8 Hal ini Agar Anak meminta Maaf karena Kesadaran Sendiri

Pendidkan Karakter

Ada orangtua yang sampai memaksa menyuruh anaknya minta maaf saat berbuat kesalahan. Pemaksaan ini sebenarnya tidak akan membuat anak benar-benar paham dari efek perbuatannya sehingga dia perlu mengucap maaf.
Jadi bagaimana seharusnya orangtua mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahannya? Berikut orangtua mengajarkan anak meminta maaf atas kesalahannya :

KELUARGA ADALAH PILAR PERTAMA, BERIKANLAH CONTOH DAN MEMBIASAKAN MEMINTA MAAF DALAM KELUARGA

Bila anda telah bertindak salah, anda harus berani mengakuinya apalagi berada di lingkungan anak anda tumbuh. Hal ini untuk mengajarkannya secara langsung sikap yang harus dilakukannya ketika anak anda salah. Anda juga meminta maaf ketika anda bereaksi berlebihan, gunakan kata-kata yang bisa dicontohnya. Berkata, maaf  kepada anak anda bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk membentuk pribadinya. Dengan contoh nyata, maka anak anda akan lebih terbiasa dengan spontan untuk meminta maaf ketika kesalahan dilakukannya.

MENDIDIK ANAK UNTUK BELAJAR MINTA MAAF SEBAIKNYA DILAKUKAN SEJAK DINI UNTUK MENJADIKANNYA KEBIASAAN BAIK

Kenalkan pada usia balita sehingga ketika anak anda berinteraksi dengan teman sebayanya sudah dapat mengimplementasi kebiasaan meminta maaf ketika melakukan kesalahannya.
Ketika anak anda melakukan kesalahan seperti mengambil mainan teman sebayanya dan menyebabkan temannya menangis, anda dapat mengajari dengan menjelaskan terlebih dahulu lalu menyuruh anak anda untuk meminta maaf dengan cara menyalami tangan rekannya.

HINDARI MEMBERIKAN NASIHAT PANJANG LEBAR YANG CENDERUNG TIDAK AKAN DIDENGARKANNYA

Saat anak berperilaku tidak baik atau melakukan kesalahan, sebaiknya hindari memberikan nasihat panjang lebar yang cenderung tidak akan didengarkannya.

GANTI NASIHAT TERSEBUT DENGAN PERTANYAAN YANG BISA MEMBANTU ANAK MEMAHAMI EFEK DARI TINDAKAN YANG DILAKUKANNYA

Misalnya saja: bagaimana perasaan kamu kalau Andi menyobek buku sekolahmu? Pertanyaan tersebut bisa membantu anak belajar bahwa mereka harus bertanggungjawab atas perasaan sedih yang dirasakan temannya atau orang yang dia kecewakan.

ANAK BISA MEMAHAMI BAHWA MARAH ATAU SEDIH ATAU BAHKAN FRUSTASI SEBENARNYA BOLEH SAJA, ASALKAN TIDAK MERUGIKAN ORANG LAIN

Anak juga bisa memahami bahwa marah atau sedih atau bahkan frustasi sebenarnya boleh saja, asalkan tidak merugikan orang lain, seperti menyobek buku temannya itu. Dia dapat mengerti bahwa perasaan dan tindakannya ini bisa berdampak pada orang lain.

DARIPADA MEMBERIKAN HUKUMAN, COBALAH UNTUK MENUNJUKKAN PENYESALAN DENGAN CARA LAIN. MEMBANTU ANAK MENEMUKAN SOLUSI ATAS DAMPAK DARI TINDAKANNYA

Anda bisa bertanya pada anak: apa ya yang bisa kita lakukan supaya dia (temannya yang bukunya disobek) tidak sedih? Kemudian Anda bisa menyarankan untuk mengucapkan kata maaf sebagai langkah awal. Namun karena anak-anak lebih senang belajar melalui tindakan, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan membantu memperbaiki buku yang telah disobek itu. Misalnya dengan merekatkan dengan lem atau selotip.

JELASKAN DENGAN MEMINTA MAAF AKAN MENDEKATKAN HUBUNGAN PERTEMAN DENGAN SIAPAPUN, TERMASUK DENGAN TEMAN-TEMAN SEBAYANYA

Bila anak anda kesulitan untuk meminta maaf terhadap kesalahan yang telah diperbuatnya, anda dapat menjelaskan dengan meminta maaf akan mendekatkan hubungan perteman dengan siapapun, termasuk dengan teman-teman sebayanya. Memiliki banyak teman mempunyai salah satu ukuran bahwa anak anda diterima dengan baik di dalam lingkungannya. Dengan demikian anak anda menyadari keberadaan teman sangat diperlukan dalam lingkungan anak anda.

UNTUK MEMPERBAIKI KESALAHANNYA DIMASA DEPAN, ANDA BISA MENGAJAK ANAK BERMAIN PERAN

Saat anak sudah menjalani ‘tugasnya’, memperbaiki kesalahannya, Anda bisa mengajak anak bermain peran. Tanyakah padanya: jika kamu bisa mengulang yang sudah terjadi tadi, hal berbeda apa yang akan kamu lakukan pada Andi? Berikan anak waktu untuk berpikir, kemudian bantu dia untuk menangani emosinya. Dengan cara ini anak bisa lebih memahami untuk melakukan tindakan yang positif. By 

Begini Finlandia Menjadikan Muridnya Terpintar di Dunia

Pendidkan di Finlandia
Klik Fotonya

Siapa yang tak ingin disebut murid pintar di sekolah ? Nah, untuk disebut murid pintar di sekolah, kamu mesti rajin mengerjakan pekerjaan rumah, rajin kumpul tugas, ikut ujian tiap semester, mesti punya nilai yang baik dan selalu rangking di kelas. Untuk meraih predikat murid pintar kita juga harus bersaing dengan murid-murid lainnya. Tapi tahukah kamu, negara dengan pendidikan terbaik dan murid terpintar di dunia yaitu Finlandia justru melakukan hal yang sebaliknya?

Murid Finlandia hanya hanya sekali menghadapi satu kali ujian nasional ketika berumur 16 tahun. Berbeda dengan murid di Indonesia yang hampir tiap semester diadakan ujian. Bukannya hanya itu, pelajar di Finlandia mendapatkan waktu istirahat hampir 3 kali lebih lama daripada pelajar di negara lain, pekerjaan rumah yang minim. Namun dengan sistem yang leluasa itu mereka justru bisa belajar lebih baik dan jadi lebih pintar. Berikut rahasia sistem pendidikan Finlandia : 

1.   Di Finlandia, Anak-Anak Baru Boleh Bersekolah Setelah Berusia 7 Tahun 
Orang tua jaman sekarang pasti udah rempong kalau mikir pendidikan anak. Anaknya belum genap 3 tahun aja udah ngantri dapat pre-school bagus gara-gara takut kalau dari awal sekolahnya gak bagus, nantinya susah dapat SD, SMP, atau SMA yang bagus. Di Finlandia tidak ada kekhawatiran seperti itu. Bahkan menurut hukum, anak-anak baru boleh mulai bersekolah ketika berumur 7 tahun.

Awal yang lebih telat jika dibandingkan negara-negara lain itu justru berasal dari pertimbangan mendalam terhadap kesiapan mental anak-anak untuk belajar. Mereka juga meyakini keutamaan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak di usia dini justru didorong untuk lebih banyak bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Bahkan penilaian tugas tidak diberikan hingga mereka kelas 4 SD. Hingga jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode pembelajaran.

Pelajar di Finlandia sudah terbiasa menemukan sendiri cara pembelajaran yang paling efektif bagi mereka, jadi nantinya mereka tidak harus merasa terpaksa untuk belajar. Maka dari itu meskipun mulai telat, tapi pelajar umur 15 di Finlandia justru berhasil mengungguli pelajar lain dari seluruh dunia dalam tes internasional Programme for International Student Assessment (PISA). Itu membuktikan faedah dan efektivitas sistem pendidikan di Finlandia.



2.   Cara Belajar Ala Finlandia: 45 Menit Belajar, 15 Menit Istirahat
Tahukah kamu bahwa untuk setiap 45 menit siswa di Finlandia belajar, mereka berhak mendapatkan rehat selama 15 menit? Orang-orang Finlandia meyakini bahwa kemampuan terbaik siswa untuk menyerap ilmu baru yang diajarkan justru akan datang, jika mereka memilliki kesempatan mengistirahatkan otak dan membangun fokus baru. Mereka juga jadi lebih produktif di jam-jam belajar karena mengerti bahwa toh sebentar lagi mereka akan dapat kembali bermain.
Di samping meningkatkan kemampuan fokus di atas, memiliki jam istirahat yang lebih panjang di sekolah juga sebenarnya memiliki manfaat kesehatan. Mereka jadi lebih aktif bergerak dan bermain, tidak hanya duduk di kelas. Bagus juga kan jika tidak membiasakan anak-anak dari kecil untuk terlalu banyak duduk.

3. Semua Sekolah Negeri di Finlandia Bebas Dari Biaya. Sekolah Swasta Pun Diatur Secara Ketat Agar Tetap Terjangkau

Satu lagi faktor yang membuat orang tua di Finlandia gak usah pusing-pusing milih sekolah yang bagus untuk anaknya, karena semua sekolah di Finlandia itu setara bagusnya. Dan yang lebih penting lagi, sama gratisnya. Sistem pendidikan di Finlandia dibangun atas dasar kesetaraan. Bukan memberi subsidi pada mereka yang membutuhkan, tapi menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua.
Reformasi pendidikan yang dimulai pada tahun 1970-an tersebut merancang sistem kepercayaan yang meniadakan evaluasi atau ranking sekolah sehingga antara sekolah gak perlu merasa berkompetisi. Sekolah swasta pun diatur dengan peraturan ketat untuk tidak membebankan biaya tinggi kepada siswa. Saking bagusnya sekolah-sekolah negeri di sana, hanya terdapat segelintir sekolah swasta yang biasanya juga berdiri karena basis agama.
Tidak berhenti dengan biaya pendidikan gratis, pemerintah Finlandia juga menyediakan fasilitas pendukung proses pembelajaran seperti makan siang, biaya kesehatan, dan angkutan sekolah secara cuma-cuma. Memang sih sistem seperti ini mungkin berjalan karena kemapanan perekonomian Finlandia. Tapi jika memahami sentralnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan bangsa, seharusnya semua negara juga berinvestasi besar untuk pendidikan. Asal gak akhirnya dikorupsi aja sih.

3.   Semua Guru Dibiayai Pemerintah Untuk Meraih Gelar Master. Gaji Mereka Juga Termasuk Dalam Jajaran Pendapatan Paling Tinggi di Finlandia
Di samping kesetaraan fasilitas dan sokongan dana yang mengucur dari pemerintah, penopang utama dari kualitas merata yang ditemukan di semua sekolah di Finlandia adalah mutu guru-gurunya yang setinggi langit. Guru adalah salah satu pekerjaan paling bergengsi di Finlandia. Pendapatan guru di Finlandia pun lebih dari 2 kali lipat dari guru di Amerika Serikat.Tidak peduli jenjang SD atau SMA, semua guru di Finlandia diwajibkan memegang gelar master yang disubsidi penuh oleh pemerintah dan memiliki tesis yang sudah dipublikasi.
Finlandia memahami bahwa guru adalah orang yang paling berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan generasi masa depannya. Maka dari itu, Finlandia berinvestasi besar-besaran untuk meningkatkan mutu tenaga pengajarnya. Tidak saja kualitas, pemerintah Finlandia juga memastikan ada cukup guru untuk pembelajaran intensif yang optimal. Ada 1 guru untuk 12 siswa di Finlandia, rasio yang jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain. Jadi guru bisa memberikan perhatian khusus untuk tiap anak, gak cuma berdiri di depan kelas.

Jika Indonesia ingin semaju Finlandia dalam urusan pendidikan, guru-guru kita selayaknya juga harus mendapatkan sokongan sebagus ini. Kalau perhatian kita ke guru kurang, kenapa kita menuntut mereka harus memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran? Tidak adil ‘kan?
 5. Guru Dianggap Paling Tahu Bagaimana Cara Mengevaluasi Murid-Muridnya. Karena Itu, Ujian Nasional Tidaklah Perlu

Kredibilitas dan mutu tenaga pengajar yang tinggi memungkinkan pemerintah menyerahkan tanggung jawab membentuk kurikulum dan evaluasi pembelajaran langsung kepada mereka. Hanya terdapat garis pedoman nasional longgar yang harus diikuti. Ujian Nasional pun tidak diperlukan. Pemerintah meyakini bahwa guru adalah orang yang paling mengerti kurikulum dan cara penilaian terbaik yang paling sesuai dengan siswa-siswa mereka.

Diversitas siswa seperti keberagaman tingkatan sosial atau latar belakang kultur biasanya jadi tantangan sendiri dalam menyeleraskan mutu pendidikan. Bisa jadi gara-gara fleksibilitas dalam sistem pendidikan Finlandia itu, semua diversitas justru bisa difasilitasi. Jadi dengan caranya sendiri-sendiri, siswa-siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.

Ujian Nasional 

6. Siswa SD-SMP di Finlandia Cuma Sekolah 4-5 Jam/hari. Buat Siswa SMP dan SMA, Sistem Pendidikan Mereka Sudah Seperti di Bangku Kuliah

Tidak hanya jam istirahat yang lebih panjang, jam sekolah di Finlandia juga relatif lebih pendek dibandingkan negara-negara lain. Siswa-siswa SD di Finlandia kebanyakan hanya berada di sekolah selama 4-5 jam per hari. Siswa SMP dan SMA pun mengikuti sistem layaknya kuliah. Mereka hanya akan datang pada jadwal pelajaran yang mereka pilih. Mereka tidak datang merasa terpaksa tapi karena pilihan mereka.
Pendeknya jam belajar justru mendorong mereka untuk lebih produktif. Biasanya pada awal semester, guru-guru justru menyuruh mereka untuk menentukan target atau aktivitas pembelajaran sendiri. Jadi ketika masuk kelas, mereka tidak sekadar tahu dan siap tapi juga tidak sabar untuk memulai proyeknya sendiri.

7. Gak Ada Sistem Ranking di Sekolah. Finlandia Percaya Bahwa Semua Murid Itu Seharusnya Ranking 1

Upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah dan guru secara seragam di Finlandia pada akhirnya berujung pada harapan bahwa semua siswa di Finlandia dapat jadi pintar. Tanpa terkecuali. Maka dari itu, mereka tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi yang pada akhirnya hanya akan menghasilkan ‘sejumlah siswa pintar’ dan ‘sejumlah siswa bodoh’.


Walaupun ada bantuan khusus untuk siswa yang merasa butuh, tapi mereka tetap ditempatkan dalam kelas dan program yang sama. Tidak ada juga program akselerasi. Pembelajaran di sekolah berlangsung secara kolaboratif. Bahkan anak dari kelas-kelas berbeda pun sering bertemu untuk kelas campuran. Strategi itu terbukti berhasil karena saat ini Finlandia adalah negara dengan kesenjangan pendidikan terkecil di dunia.
(sumber; hipwee.com)

Kamis, 03 Maret 2016

Gerhana Matahari ( Kusufusy Syam ) Hari Rabu, 09 Maret 2016

Hadirilah … Insya Allah Gema Nurani akan mengadakan Sholat Gerhana Matahari ( Kusufusy Syam )  yang dilaksanakan pada :

Hari               : Rabu, 09 Maret 2016
Waktu           : 06.45-07.45
Khatib/Imam : Ust Hamzah Sat, Al hafidz
Tempat         : Masjid Raya Ulul Al Baab, Gema Nurani

TERBUKA UNTUK UMUM


Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada 9 Maret mendatang. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang dapat menyaksikan fenomena langka ini.GMT akan melewati Sumatera, sisi selatan Kalimantan, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Daerah yang akan dilalui GMT kini bersiap menyambut persitiwa astronomi tersebut. Mulai dari aksi bersih-bersih, sampai berbagai atraksi yang sudah disiapkan untuk menyambut gerhana. Dalam Islam, gerhana bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, namun, sarat dengan nuansa religius.  Bahkan, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar melakukan amalan ini ketika gerhana terjadi. Apa saja amalannya? Berikut ulasannya.

1. Perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda terkait dengan peristiwa gerhana. Rasul menjelaskan bahwa tentang banyak hikmah dibalik kejadian tersebut. Dalam hadis riwayat Bukhori-Muslim Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Maka jika kamu melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah kepada-Nya, bersedekahlah, dan shalatlah.” (Bukhori-Muslim)

2. Mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid
Amalan lain yang bisa dilakukan saat terjadi gerhana adalah salat berjamaah di masjid. Rasulullah SAW selalu melakukan hal demikian saat terjadi gerhana. Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadits dari ’Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengendari kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan shalat. (HR. Bukhari no. 1050).

Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari, 4: 10)
Namun, salat berjamaah di masjid bukanlah syarat. Mereka yang tidak sempat ke masjid bisa melakukannya di rumah. Karena Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar salat setiap melihat gerhana.
“Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”. (HR. Bukhari no. 1043)

3. Wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria di masjid
Ternyata kaum wanita juga boleh ikut salat bersama dengan kaum pria saat terjadi gerhana. Dari Asma` binti Abu Bakr, beliau berkata,
“Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.” (HR. Bukhari no. 1053)

4. Menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah
Saat terjadi gerhana, maka muslim diisyaratkan untuk memanggil muslim yang lain agar menunaikan salat gerhana. Namun berbeda dengan adzan biasanya, seruan salat gerhana hanya  berlafadz Ash Shalatu. Jami’ah’ Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha menuturkan bahwa pada masa Rasulullah pernah terjadi gerhana.

“Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901).

5. Berkhutbah setelah shalat gerhana
Amalan selanjutnya yang bisa dilakukan saat terjadi gerhana adalah berkhutbah setelah salat gerhana. Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa setelah salat gerhana dan matahari mulai tampak, maka Rasulullah SAW langsung berdiri dan berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda;


“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Rabu, 02 Maret 2016

Ketidakmandirian otomatis berdampak pada masa depan Anak, 15 Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Tidak Mandiri


Saat masih bayi, sangat wajar jika anak begitu tergantung pada ibunya. Maklum bayi belum bisa melakukan banyak hal. Tapi seiring usia bertambah, sudah seharusnya anak bertambah pula kemandiriannya sehingga tidak melulu bergantung pada orang lain.

Anak yang terbiasa tidak melakukan apa-apa sendiri, semuanya dilakukan orang tuanya, akan menjadi anak yang tidak mandiri. Ketidakmandirian otomatis berdampak pada masa depannya. Dampak tercepat terlihat saat anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah.

1. ORANG TUA TIDAK PERCAYA PADA ANAK

Namanya juga anak-anak, tentu belum semahir orang dewasa dalam melakukan aneka kegiatan. Tapi sering kali orang tua begitu takut dan khawatir anaknya dalam bahaya sehingga aneka larangan selalu dikeluarkan.
Anak pun menjadi kurang dipercaya oleh orang tua. Ketimbang berteriak-teriak yang bikin anak ragu, sebaiknya orang tua membawa anak ke area yang relatif tidak berbahaya untuk anaknya belajar berjalan. Tapi pastikan anak selalu dalam pengawasan, sehingga bisa diarahkan tanpa membatasi upaya eksplorasinya.

2. MENYALAHKAN ANAK

“Salah kamu melipat selimutnya. Kalau gitu kan nggak rapi.” Kalimat seperti itu mungkin sering dilontarkan orang tua kepada anaknya. Menyalahkan anak untuk hal-hal yang remeh-temeh seperti itu bisa mematikan kreativitas dan kemandirian anak.
Padahal anak sudah berinisiatif membersihkan dan merapikan tempat tidurnya. Namun karena yang diterima bukan apresiasi namun kalimat yang justru membuat semangatnya drop, anak jadi enggan dan malas melakukan kegiatan semacam itu.

3. TIDAK DIMULAI DARI HAL YANG SIMPEL

Agar kegiatan melatih kemandirian anak berjalan dengan baik. Sebaiknya Anda ikut melakukannya bersama anak, di awal-awal mereka belajar. Misalnya dengan mengajak anak bersama-sama membereskan mainan. Beri tahu anak, mainan yang sudah selesai dimainkan harus dimasukkan ke tempatnya, misalnya ke dalam kardus. Informasikan kepada anak kardus mana yang jadi tempat mainan. Selanjutnya anak akan terbiasa untuk merapikan sendiri mainannya.

4. TIDAK SABAR

Sering kali orang tua tidak sabar dengan proses belajar yang harus dilewati anak. Karena ingin cepat, orang tua cenderung mengambil alih sesuatu yang seharusnya dilakukan anak. Sehingga anak tidak punya pilihan, tidak punya kesempatan untuk belajar dan kesempatan untuk mengambil keputusan.

5. ENGGAN MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Anak jadi penakut, harus selalu dekat dengan orang tuanya, dan cenderung tidak bisa melakukan aneka hal karena orang tua yang enggan melatih kemandirian anak.
Padahal anak-anak dengan jiwa petualangannya justru ingin mengeksplorasi tempat baru. Karena itu, sebaiknya saat anak diajak ke tempat baru baginya, misalnya mal, diceritakan lebih dahulu mal yang akan dikunjungi seperti apa. Mungkin orang tua bisa memperlihatkan foto tentang mal itu atau menggambarkan kondisinya.

6. MENDISIPLINKAN KETIKA MARAH

Jangan pernah mengambil keputusan ketika Anda marah karena ini paling sering terjadi kesalahan. Jadi, Anda tak harus berteriak pada anak atau mencoba mendisiplinkan anak saat Anda marah. Cara terbaik adalah menenangkan diri Anda dalam beberapa waktu agar Anda berpikir jernih.

7.  MENGANCAM PALSU

Ancaman palsu bukan bentuk hukuman yang akan melatih anak. Contohnya saja, Anda mengatakan tak akan mengambil mainannya apabila anak Anda tak mau berhenti menangis. Padahal, Anda berniat melakukannya. Anak Anda akan belajar dengan cepat bahwa ancaman Anda palsu.

8. TAK MENGIKUTI APA YANG ANDA KATAKAN

Apabila Anda membuat aturan, Anda tak bisa melanggar aturan Anda sendiri. Apabila Anda mengatakan bahwa anak-anak Anda tak bisa menonton televisi setelah jam 22.00, pastikan Anda juga melakukannya.

9. TERLALU BANYAK BICARA

Jangan menguliahi anak terlalu banyak. Anak-anak benci dengan ceramah panjang tentang apa yang harus atau tidak dilakukan. Instruksi sederhana dengan cara yang baik akan jauh lebih efektif.

10. MEMBERITAHU KEBOHONGAN

Jangan bercerita tentang kebohongan hanya untuk menghemat waktu. Saat anak tumbuh besar ia akan berhenti mempercayai Anda.

11. MENDORONG ORANGTUA LAIN

Anda pasti pernah mendengar `Lakukan ini atau saya akan memberitahu ayah ketika ia pulang`. Jangan pernah membawa orangtua lain di depannya seakan-akan sebagai penjahat karena anak akan kehilangan rasa hormat kepada ANda.

12. PERBEDAAN POLA PENGASUHAN

Jangan biarkan perbedaan pola pengasuhan memengaruhi pendisiplinan anak. Apabila Anda mendisiplinkan anak, pasangan Anda tak boleh mengganggu dan Anda harus mengikuti aturan yang sama.

13. MENYUAP TERLALU BANYAK

Orangtua kerap memberikan imbalan kecil agar anaknya disiplin. Terkadang cara tersebut efektif tapi apabila Anda memberikan insentif yang mewah untuk segala sesuatu yang dilakukannya, ia tak akan melakukan apa-apa tanpa insentif.

14.  MENUNDA RESPONS

Anak Anda memukul saudaranya dalam waktu yang lama dan Anda mengabaikan karena Anda sedang melakukan pekerjaan. Kemudian, Anda tiba-tiba bangun dan berteriak. Jenis respons yang tertunda itu tak konsisten. Anda harus mendisiplinkan anak segera ketika ia melakukan sesuatu yang salah.

15. MENCONTOH ORANGTUA ANDA

Apakah Anda membandingkan anak-anak sekarang dengan Anda sewaktu masih anak-anak? Apabila orangtua Anda memberikan jam malam hingga 20.00, itu tak berarti aturan sama pada anak-anak Anda. Anda perlu berbicara dengan orangtua lain di generasi ini daripada mengikuti cara orangtua Anda. By 

Agar Anak Tumbuh Cerdas, Orangtua Harus Sering Bermain dengan Anak, Ini alasannya


Setiap orangtua pasti menginginkan buah hati mereka tumbuh cerdas dan memiliki perkembangan mental yang stabil.  Untuk mencerdaskan anak, selain memberkan nutrisi yang tepat untuk otak. Ayah dan Bunda dapar melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memberikan ‘makanan’ lain diluar tubuh.

BERMAIN DAPAT MERANGSANG KECERDASKAN ANAK, BERMAIN ADALAH ‘PEKERJAAN’ UTAMA ANAK

Para ahli menemukan bahwa bermain adalah makanan otak dari luar tubuh yang yang efektif menujang tumbuh kembang optimal. Selain untuk merangsang kecerdaskan anak, bermain adalah ‘pekerjaan’ utama anak. Oleh karena itu orang tua perlu meluangkan waktu bermain bersama anak.
Namun, tak sedikit orangtua yang akhirnya melupakan bahwa salah satu cara ampuh dalam membesarkan anak agar cerdas dan berperilaku baik adalah orangtua harus lebih sering menghabiskan waktu bermain dengan anak. Pasalnya, komunikasi dua arah yang baik antar orangtua dan anak, memberikan keuntungan pada otak mereka untuk berkembang dan terbentuk sehat serta sempurna.

AGAR ANAK ANTUSIAS DALAM MEMPELAJARI BANYAK HAL, ORANGTUA HARUS IKUT BERMAIN BERSAMA ANAK

Margot Sunderland, Psychotherapist dari Child Mental Health mengatakan “Jika Anda ingin memiliki anak yang antusias dalam mempelajari banyak hal di sekeliling mereka, dan dapat membangun hubungan yang baik dengan teman-teman sebayanya, maka orangtua harus membantu anak untuk meningkatkan level dopamine pada otak mereka,”
Dopamine adalah senyawa transmisi saraf yang berperan penting dalam menimbulkan perasaan senang atau nyaman. Lalu, menurut Sunderland, dopamine pelepasan hormon dopamine semakin optimal saat anak merasa bahagia dan senang saat dapat mampu memecahkan atau menemukan jawaban dari sebuah persoalan. Pada kondisi tersebut kualitas otak terus meningkat.

TAK SEKEDAR BERMAIN, SAAT BERMAIN DENGAN ANAK, ORANGTUA HARUS MEMPERLIHATKAN DUKUNGAN

Kemudian, Sunderland yang juga penulis buku The Science of Parenting tersebut menegaskan, aktivitas bermain yang membutuhkan gerakan fisik antara anak dan orangtua, disinyalir mampu menstimulasi rasa penasaran dan kritis pada anak. Sebab, hubungan yang baik antara orangtua dan anak membentuk sifat berani bertanya pada anak.  By 

FB

Tweet GN

Live Trafic Feed ..

Flag Counter

Nasehat

Kita Mampu

CARA BUAT BLOG

Perjuangan anak agar bisa sekolah

Sedih sampai nagis tengok ni..

Dikirim oleh Puteri Tiara Elisha pada 15 Januari 2015

Perjuangan

Perlombaan ini Seru Banget Nih!

Dikirim oleh Videofb pada 4 April 2016