Bismilah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.....

" MADING GEMA NURANI " __ Jl.Raya Kaliabang Tengah No.75 B Bekasi 17125 Phone 021 88871329 __ ** Ikhlas Melayani Mendidik Sepenuh Hati **

AL QURAN

Cari .....

Rabu, 09 Maret 2016

Membangun Rasa Percaya Diri Anak Termasuk Tugas Berat Orangtua, Lakukan 11 Cara ini Membangun Kepercayaan Diri Anak


Dibutuhkan kepercayaan diri untuk menjadi anak-anak. Hal ini terus berlangsung sejak mereka bayi, dari mulai mampu meraih mainan, menalikan sepatu untuk pertama kalinya, hingga pergi ke sekolah baru. Sayangnya, kepercayaan diri ini dihadang oleh banyak wilayah kata “Jangan!” yang dibangun orang tua.
Tentu, orang tua ingin menanamkan sikap “Saya bisa!”  pada anak-anak sehingga mereka berani menghadapi tantangan baru dan, pada akhirnya, percaya pada diri mereka sendiri. Meskipun setiap anak berbeda, orang tua dapat mengikuti beberapa pedoman umum untuk membangun kepercayaan diri.
1. BANGUN KOMPETISI
Kepercayaan diri meningkat dari rasa berkompetisi. Dengan kata lain, anak-anak mengembangkan kepercayaan diri bukan karena orang tua memberitahu mereka, tetapi karena prestasi mereka, baik besar maupun kecil. Tentu, ada baiknya untuk mendengar kata-kata positif dari ibu dan ayah. Tapi kata-kata pujian berarti lebih ketika mereka diberikan saat anak melakukan sesuatu hal yang khusus atau mencapai kemampuan baru.
Saat mereka mencapai sesuatu, apakah itu menyikat gigi mereka sendiri atau naik sepeda, mereka mendapatkan perasaan mampu dan mampu. Jika perasaan ini terus mereka miliki, kepercayaan diri mereka pun semakin terasah.
Membangun rasa percaya diri dapat mulai dimuali sangat dini. Ketika bayi belajar untuk mengambil benda dari tangan Ibu atau balita belajar berjalan, mereka mendapatkan ide “Aku bisa melakukannya!” Dengan setiap keterampilan baru dari tonggak pertumbuhannya, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan seiring dengan meningkatnya kepercayaan orang tua.
2. JANGAN TERLALU DIBANTU
Ternyata, ada cara yang lebih baik untuk membangun harga diri selain memberikan pujian bertubi-tubi kepada anak-anak. Caranya? Berhenti membantu mereka terlalu sering. Belajarlah hanya melihat dan tahanlah untuk memberikan bantuan. Biarkan anak Anda mengambil risiko, membuat pilihan, memecahkan , dan mengakhiri apa yang telah mereka mulai.

3. BERHENTI MEMUJI  ANAK BERLEBIHAN
Harga diri berasal dari perasaan aman dan dicintai, serta dari rasa mampu mengembangan diri. Ingatlah bahwa kemampuan membutuhkan waktu dan usaha, bukan pujian yang melenakan. Sebisa mungkin, sebaiknya tahanlah pujian untuk hal-hal yan memang seharusnya menjadi kemampuan dasar anak kita.
Ketika kita memuji anak-anak berlebihan, kita menjerumuskan mereka ke jurang percaya diri berlebih tanpa bisa melakukan yang seharusnya. Jika Anda terus mengatakan anak Anda ia sudah melakukan pekerjaan yang fantastis, Anda mengatakan ia tidak lagi membutuhkan untuk mendorong dirinya sendiri. Berikan ia keyakinan yang berasal dari kemampuannya melakukan, dari mencoba dan gagal dan mencoba lagi, dari praktek bukan pujian.
Terlalu sering memuji benar-benar dapat mengikis harga diri. Hal ini dapat membuat anak-anak mulai berpikir bahwa mereka sempurna atau mereka mencoba untuk menjadi sempurna sepanjang waktu – yang tentu saja mustahil. Dan pujian yang sengat detil malah membingungkan mereka. Pujian yang datar bahkan mengajari anak untuk berbohong.
4. BIARKAN ANAK ANDA MENGAMBIL RISIKO YANG SEHAT
Untuk membangun kepercayaan di dunia, anak-anak harus mengambil peluang, membuat pilihan dan mengambil tanggung jawab. Jangan tergoda untuk menjadi orang tua yang mencoba untuk menyelamatkan anak-anak Anda dari kegagalan sepanjang waktu. Lakukan dari hal yang dilakukan sehari-hari seperti melihat Anak anda menuang air ke dalam gelas dan kita hanya berdiri di sana untuk menahan napas.
5. BIMBING ANAK-ANAK MEMBUAT PILIHAN MEREKA SENDIRI
Ketika anak-anak membuat pilihan yang sesuai dengan usia mereka sendiri, mereka merasa lebih kuat. Hal ini, menunjukkan bahwa anak-anak usia dini dapat mulai mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan mereka. Biarkan anak-anak memutuskan sendiri apakah akan memakai mantel, topi dan sarung tangan sebelum dibonceng motor di sore hari, misalnya. Begitu mereka tahu perbedaan antara hangat dan dingin, itu terserah mereka. Mereka harus memiliki kontrol atas tubuh mereka dan mengambil tanggung jawab untuk pilihan mereka.
6. BIARKAN MEREKA MEMBANTU DI SEKITAR RUMAH
Dalam membangun harga diri, anak-anak juga membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dan merasa bahwa kontribusi mereka berharga. Bahkan ketika mereka balita, ajak mereka memasak, menata meja, dan merapikan tempat tidur.
7. DORONG  MEREKA UNTUK  MENYELESAIKAN YANG MEREKA SUKAI
Cara lain yang jitu untuk meningkatkan kepercayaan pada anak-anak adalah dengan mendorong mereka untuk melakukan tugas mereka yang mereka minati. Yang terpenting, pastikan mereka menyelesaikannya. Tidak peduli apakah itu berenang sampai menyelesaikan gambar untuk diwarnai. Intinya adalah bagi mereka untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai, sehingga mereka merasa bahwa itulah prestasi  yang mereka capai.
8. DUKUNG MEREKA KETIKA GAGAL
Begitu banyak orang tua yang berpikir bahwa perjuangan dan kegagalan akan menyakiti harga diri anak-anak mereka. Padahal itu sebenarnya kesempatan emas untuk membantu membangun kepercayaan diri.
Tunjukan pada anak-anak bahwa cinta Anda tanpa syarat. Biarkan anak Anda tahu bahwa Anda mencintainya bahkan ketika dia gagal atau membuat keputusan yang buruk. Jika semua yang Anda bicarakan adalah keberhasilan, dia akan berpikir Anda hanya mencintainya ketika rapornya bagus atau ketika ia berhasil menjadi juara.
9. PASTIKAN KESESUAIAN TUJUAN DAN USIANYA
Pastikan tujuan anak Anda sesuai untuk kemampuannya. Ketika anak Anda merasa lambat membaca, misalnya, ajak ia membaca satu kata setiap dua hari. Hal ini membuat anak sangat bangga pada dirinya sendiri hingga ia tidak sadar bahwa ia terus mengembangkan kemampuannya.
10. BUAT ANAK ANDA MERASA ISTIMEWA
Latihlah diri Anda untuk membantu anak-anak menemukan bakat unik dan kemampuan mereka sendiri. Hal ini tidak hanya bertujuan agar mereka dapat menghargai kekuatan mereka sendiri, tetapi juga untuk mengajarkan mereka bahwa perasaan khusus tidak berarti merasa lebih baik daripada yang lain.
11. TENTUKAN TUJUAN DENGAN TERUS MENCOBA

Ajarkan anak-anak Anda untuk fokus menuju tujuan yan mereka miliki. Buat mereka memiliki kebanggaan dalam prestasi mereka, meski tidak menjadi yang pertama. Hal ini adalah langkah awal untuk memberikan mereka kesempatan untuk sukses. Coba, coba lagi. Dorong anak Anda untuk mencoba hal-hal dengan cara mereka sendiri, menghadapi tantangan, dan mengambil risiko.  By 

Senin, 07 Maret 2016

Berikut Tips Memperbaiki Memory Card Rusak Tidak Terbaca

Wah, bisa stress berat nih kalau tiba-tiba memory card rusak atau tidak terbaca. Meskipun sekarang harga MMC sudah semakin murah, tapi kalau MMC itu masih bisa diperbaiki kenapa pula kita musti beli yang baru. Apalagi kalau data berupa foto, video, atau file musik di dalamnya masih sangat kita perlukan. Barangnya bolehlah murah dan bisa diganti dengan yang baru, tapi data isi dan terutama kenangan itu tidak terbeli, haha….

Cara-cara berikut ini pada umumnya bisa digunakan pada segala jenis kartu memory, baik memory pada BlackBerry, Android, kamera, atau handycam. Jika anda masih ingin mempertahankan atau restore data MMC rusak,
Ok, sekarang kita langsung ke cara-cara memperbaikinya ya….
Cara pertama
  1. Keluarkan kartu memory dari hp. Pastika anda sudah mematikan HP lebih dulu
  2. Bersihkan lempengan tembaga (berwarna kuning keemasan) dengan penghapus pensil (yang warna putih). Gosok pelan-pelan saja sampai bersih. Upayakan bagian tersebut tidak terkena kulit kita lagi, karena itu bisa mengotorinya
  3. Sekarang silahkan memasukkannya lagi ke dalam slot memory di HP dan periksa apakah sudah terdeteksi dan dibaca lagi data di dalamnya
  4. Kalau masih tidak terbaca? Silahkan coba cara ke dua di bawah ini
Cara kedua
  1. Dalam keadaan HP menyala, masuk ke pilihan ‘Options> Memory> Total Space> Repair”
  2. Kalau anda memakai Android pilihannya agak terbatas, masuk ke “Setting> Storage> Erase SD Card”. Ini akan membuat kartu memory anda bersih seperti baru. Terkadang bisa memperbaiki kerusakan. Asal bukan kerusakan fisik yang parah
  3. Cek lagi, sudah bisa dibaca apa belum, kalau belum coba cara berikutnya
Cara ketiga
  1. Hubungkan HP ke laptop atau PC dengan kabel data
  2. Pastikan HP anda terhubung dalam mass storage mode, bukan media transfer mode
  3. Melalui Windows Explorer, klik kanan pada drive kartu memory HP kita, pilih Properties, kemudian Tools, Error Checking, tunggu sampai selesai. Centang saja semua pilihan seperti pada gambar ini…
    image
  4. Eject drive tadi, cabut kabel datanya
  5. Coba cek, sudah terbaca atau belum
Cara keempat
  1. Sama seperti langkah ke tiga diatas sampai langkah ke 3. Jika kartu memory anda benar-benar bermasalah, biasanya akan ada pesan kesalahan. Jika di laptop terbaca dan terlihat baik-baik saja tetapi tetap tidak terbaca di HP, lanjutkan dengan langkah berikut
  2. Buat folder baru di hard disk, beri nama sembarang asal anda ingat kalau folder baru ini akan menjadi tempat penyimpanan sementara alias backup isi kartu memory yang rusak tadi
  3. Copy seluruh isi kartu memory
  4. Format kartu memory tadi. Caranya:
    1. arahkan kursor mouse pada drive kartu memory
    2. klik kanan
    3. pilih format
    4. pilih/beri tanda centang pada pilihan FAT16
    5. klik Start dan tunggu sampai selesai baru tekan Close
    6. kembalikan file hasil copy pada langkah ke 3 tadi ke kartu memory
  5. Sekarang cek lagi, masih gagal atau tidak.

Minggu, 06 Maret 2016

Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor penyebab Anak Cengeng dan 7 Cara Mendidiknya yang dapat Diterapkan



Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi anak cengeng.

Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.
Ada banyak banyak faktor anak cengeng. Berikut beberapa faktor penyebab anak cengeng:

1.  EMOSI ANAK TIDAK STABIL BERAWAL EMOSI IBU TAK STABIL SAAT HAMIL

Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. Jadi salah satu penyebab anak cengeng karena emosi anak tidak stabil yang disebabkan oleh  Emosi ibu tak stabil saat hamil.

2. MENCARI PERHATIAN KARENA KADANG-KADANG ANAK MENANGIS KARENA INGIN DIPERHATIKAN

Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

3. ANAK CENDERUNG LEBIH SENSITIF

Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.

4. PENTINGNYA ORANGTUA KONSISTEN, DIA BISA SAJA MENGGUNAKAN TANGISAN SEBAGAI UPAYA TERHINDAR DARI HUKUMAN ATAU TEGURAN

Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.

5. KARENA POLA ASUH YANG TERAPKAN IA SELALU TIDAK YAKIN DENGAN APA YANG DILAKUKANNYA

Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.

6. ANAK YANG SERBA BOLEH ATAU DIMANJA BERLEBIHAN JUGA BERPOTENSI MENJADI ANAK CENGENG

Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.
Untuk membantu anak agar tidak cengeng, berikut beberapa strategi mendidik anak agar tidak cengeng:

1. ANAK DENGAN KARAKTER CENGENG MUDAH DIKENALI PADA USIA INI, JADI KENALI SEJAK DINI

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mengenali karakter manusia selain orang tuanya sendiri, terutama ibu. orangtua diharapkan dapat mengetahui arah perkembangan karakter anak sejak ia mulai berusia satu atau dua tahun, agar dapat menentukan pola pengasuhan yang tepat untuknya. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, apalagi jika ia adalah anak bungsu.

2. JANGAN MENGANGGAP TANGISAN ANAK SEBAGAI SUATU KESALAHAN

Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

3. KETIKA ANAK MENANGIS, JANGAN MEMARAHI ANAK DAN MEMAKSANYA UNTUK DIAM

Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

4. HINDARI MENAKUT-NAKUTI ANAK TERHADAP SUATU HAL

Seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

5. BANTU ANAK AGAR MERASA AMAN

Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan. Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

6. PELAJARI STRATEGI KHUSUS UNTUK MENGATASI KEMARAHAN ANAK

Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

7. MEMINTA BANTUAN PSIKOLOG ANAK

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak. By SayangiAnak

Jangan Usir Kucing yang Mendekati Kamu Saat Makan

Di bawah ini Penjelasannya .....


Siapa yang tidak tahu Kucing, hewan lucu yang satu ini tentunya begitu disukai oleh banyak orang didunia. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan dan pembawaan yang pada umumnya manja, sejatinya yaitu daya tarik yang bikin manusia menyukai kucing.

Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW juga menyukai kucing, walau tak memelihara kucing, beberapa kita mungkin saja pernah didatangi oleh kucing waktu melakukan aktivitas, semisalnya saat tengah makan. Beberapa salah satunya mungkin memberi makan, tetapi sebagian lagi malah mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu. Bila alami keadaan ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan yang paling disayangi Nabi Muhammad SAW itu.

Berpikirlah sesaat kenapa kucing itu mendatangi Anda serta bukanlah orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau sinyal?

Jika kucing datang pada kita serta bukanlah orang lain. Kehadiran kucing adalah tandanya kalau Allah SWT mengingatkan bahwa  semua rejeki yang kita peroleh tidaklah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang semestinya kita mengeluarkan. Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi.

Tanpa menunaikan hal tersebut, pasti kita sebagai umat Islam belum menggerakkan semuanya ketentuan harus yang perlu ditegakkan. Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima harus juga dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Berarti dalam makanan yang kita santap, nyatanya ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah. Berikan makanan pada makhluk Allah termasuk juga kucing adalah satu kebaikan. Sesuai sama firmannya, Allah bakal melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan yang lain. Terutama jika kita memberi dengan ikhlas serta tak sangat terpaksa. Bila berbuat baik pada manusia, seorang sering inginkan ada balasan sama dari orang lain.

Tapi tak sekian bila manusia berbuat baik pada kucing. Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang telah kita berikanlah terhadapnya. Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasa-rasanya berikan dengan penuh keikhlasan. Aksi berikut yang semestinya dikerjakan manusia saat berikan suatu hal pada orang lain. Allah tengah memberi tahu jika kita tak berikan makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikanlah pada kita.

Rejeki itu luas bukanlah sekedar hanya duit, namun mencakup semuanya kehidupan. Mudah-mudahan kita semuanya termasuk juga yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.




7 Karakter Orangtua Calon Pemilik Anak Sukses, Anda Masuk Kategori nomor berapa?

Anak Sukses
Orangtua mana yang tak mengharapan anaknya sukses? Semua orang tentu saja  mengidamkan anaknya sukses dimasa kini dan masa depan.
Sesungguhnya tidak  ada resep parenting khusus dalam membesarkan seorang anak agar menjadi orang yang sukses hingga mampu menjadi seorang yang sukses. Namun para psikolog menemukan adanya beberapa faktor yang bisa memperkirakan kesuksesan seorang anak. Yang mengejutkan, faktor itu ternyata ada pada orang tuanya. Seperti dikutip dari businessinsider, Jumat (4/maret/2016), berikut adalah 7 karakter orang tua calon pemilik anak sukses:

1. MENGAJARKAN ANAK KEAHLIAN SOSIAL

Peneliti dari Pennsylvania State University and Duke University menelusuri lebih dari 700 anak usia TK sampai 25 tahun dan menemukan hubungan erat antara kemampuan sosial semasa TK menentukan sukses di usia dewasa dua dekade mendatang.

2. MEMBIASAKAN ANAK MENGERJAKAN PEKERJAAN RUMAH

Mantan Dekan Freshmen dari Universitas Stanford AS, Julie Lythcott Haims menganggap anak yang dibiasakan mengerjakan tugas rumah akan menjelma menjadi pegawai yang bisa bekerjasama dengan rekannya. Mereka juga bisa memiliki rasa empati tinggi dan mampu mengerjakan tugas secara mandiri.

3. MEMILIKI EKSPEKTASI TINGGI

Menggunakan data survei 6.600 anak yang lahir di tahun 2001, Profesor Neal Halfon dari UCLA menemukan ekspektasi orang tua terhadap anaknya bisa berdampak pencapaian yang besar.
“Orangtua yang berharap anaknya mencapai kuliah terlihat berusaha mengatur agar anaknya bisa mencapai tujuan itu dengan pendapatan mereka atau kekayaan yang dimiliki,” kata Halfon.

4. MEMILIKI HUBUNGAN HARMONIS

Studi dari Universitas Illinois AS menemukan anak yang berasal dari keluarga penuh konflik, apakah kekerasan atau perceraian, berpotensi menghadapi masa depan lebih suram dibandingkan mereka yang memiliki orang tua harmonis.

5. MEMPUNYAI TINGKAT PENDIDIKAN TINGGI

Dalam Survei tahun 2014 dari University of Michigan, Psikolog Sandra Tang menemukan jika ibu yang menamatkan kuliah sampai kuliah cenderung jejaknya diikuti oleh anaknya. Sementara anak yang lahir dari ibu menikah sangat muda, cenderung tak menamatkan sekolah SMA.

6. MINIM STRES

Menurut penelitian yang dikutip dari Brigid Schulte dari Washington Post, jumlah jam yang disediakan ibu dengan anak berusia antara 3-11 tahun bisa memprediksi perilaku, kebahagiaan, dan pencapaian seorang anak. Penelitian lain menyebut, ibu yang stres karena harus bertaruh antara pekerjaan dan mencari waktu bersama anak akan berdampak buruk bagi anaknya.

7. MENGHARGAI USAHA DARIPADA MENILAI KEGAGALAN

Jika seorang anak diberitahu mereka lolos tes karena kepintarannya, itu akan menciptakan pikiran yang stagnan. Namun jika mereka sukses karena usahanya, alam pikiran mereka akan berkembang dengan pesat. By 

FB

Tweet GN

Live Trafic Feed ..

Flag Counter

Nasehat

Kita Mampu

CARA BUAT BLOG

Perjuangan anak agar bisa sekolah

Sedih sampai nagis tengok ni..

Dikirim oleh Puteri Tiara Elisha pada 15 Januari 2015

Perjuangan

Perlombaan ini Seru Banget Nih!

Dikirim oleh Videofb pada 4 April 2016