Bismilah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

.....

" MADING GEMA NURANI " __ Jl.Raya Kaliabang Tengah No.75 B Bekasi 17125 Phone 021 88871329 __ ** Ikhlas Melayani Mendidik Sepenuh Hati **

AL QURAN

Cari .....

Minggu, 21 Februari 2016

Rahasia Guru Selandia Baru Jadi Pengajar Paling Profesional di Dunia

KBM di SMAIT Gema Nurani Kota Bekasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisation for Economic and Development (OECD) menobatkan guru-guru di Selandia Baru sebagai jajaran para pengajar paling profesional di dunia. Studi terbaru yang dilansir Teaching and Learning International Study (TALIS) tersebut menempatkan para guru Selandia Baru di peringkat empat dari 34 negara dan ekonomi lainnya yang tercatat dalam daftar pengajar terprofesional dunia.

Menurut penelitian tersebut, guru Selandia Baru dinilai terbaik dalam kategori pelatihan guru dan pengembangan profesional, otonomi kerja dan jaringan dengan sesama kolega, yang semua itu merupakan indikator pokok dari profesionalisme. Studi ini juga menegaskan bahwa 90 persen guru di negara ini berpartisipasi dalam program pendidikan guru, dengan 85 persen memiliki otonomi atas bahan pengajaran mereka. Lebih dari 9 dari sepuluh (93 persen) guru di Selandia Baru juga menerima umpan balik pada pengajaran mereka berdasarkan pengamatan langsung. Peter Bull, General Manager, International, Educational New Zeland mengatakan sebelum melangkah ke dunia mengajar, para guru mendapatkan pelatihan profesional. "Guru-guru kami dilatih untuk membantu murid dalam berpikir kritis dan mendapatkan keahlian yang banyak dicari. Penelitian dari studi terbaru OECD ini juga menjadi cermin yang baik dari sistem pendidikan dan tenaga kerja pengajar yang berkualitas tinggi di Selandia Baru," kata dia.

Studi ini juga menemukan bahwa profesionalisme guru Selandia Baru konsisten di seluruh sekolah di Negeri Kiwi ini, di mana pun lokasi mereka berada. Peter mengatakan guru-guru di Selandia Baru bekerja keras menciptakan dampak positif bagi kehidupan murid dan agar mereka juga dapat mencapai kesuksesan, apapun latar belakang murid maupun asal mereka apakah murid lokal atau internasional. 
"Ini mencerminkan profesionalisme dan pemahaman para guru yang tinggi mengenai pentingnya pendidikan yang sempurna,”

Sumber : Pendidikan Karakter


Semoga Bermanfaat

Kamis, 18 Februari 2016

Peran Humas Dibutuhkan di Lembaga Pendidikan


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peran kehumasan di lembaga pendidikan dinilai sangat penting. Peran tersebut akan terlihat nyata ketika sekolah mengalami fase krisis. 



''Saat ini yang terjadi sekolah menempatkan humas secara mendadak, padahal ketika terjadi krisis di sekolah, individu yang menjadi humas tidak saja harus paham berkomunikasi namun harus mengerti kondisi sekolah dengan sangat baik,'' kata Dian Agustine Nuriman, praktisi humas, dalam diskusi bertajuk Peran Humas Sekolah dalam Membangun Citra dan Mengatasi Krisis, di Jakarta, Kamis (18/2). 



Seminar yang dilangsungkan di Universitas Darma Persada, menghadirkan juga Dodi Rochadi yang menjadi praktisi humas. Dian mengatakan, saat ini fungsi kehumasan di sekolah masih terabaikan karena posisinya yang tidak sentral. ''Padahal humas itu menjadi garda terdepan menjaga citra institusi ketika terjadi krisis,'' ujarnya.



Dian menilai diperlukan trik bagaimana mengelola guru, siswa hingga staf dalam menghadapi kemungkinan krisis yang akan terjadi. Termasuk, kata dia, bagaimana pihak sekolah menghadapi media secara cerdas sehingga tidak memperburuk situasi.



Sementara itu, Dody mengatakan semua organisasi termasuk sekolah rentan terhadap krisis. Karena itu, kata dia, tidak ada alasan bagi sekolah untuk tak memiliki persiapan menghadapi krisis.



''Seluruh institusi yang berhubungan dengan masyarakat harus peka dan paham menangani krisis. Sementara untuk penanganan krisis yang terjadi di sekolah haruslah melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari guru hingga orang tua murid,'' ujar Dody.
Sumber : Antara

Selasa, 16 Februari 2016

Mewujudkan Cyber City di Indonesia



Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia. Ini adalah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.
Sebagai bagian dari masyarakat dunia modern, bangsa Indonesia sudah saatnya menerapkan konsep cyber city untuk memenuhi kebutuhan warganya dalam mengakses internet secara lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia kini berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas baik nasional maupun internasional. Implementasi cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dalam hal ini, masyarakat akan semakin pandai menggunakan internet dalam jumlah yang besar. Pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.
Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di kendaraan sambil chatting dengan kolega dan sebagainya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan inti di kantor. Model kerja dinamis seperti ini sedang menjadi tren di tengah masyarakat dimana mobilitas kaum profesional, pebisnis, pendidik termasuk juga para mahasiswa semakin tinggi. Bekerja secara parallel mungkin itu istilah yang paling tepat bagi anggota masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia.
Coba saja perhatikan, mulai dari sekadar mengakses informasi biasa hingga melakukan berbagai jenis transaksi bisnis sudah dapat dilakukan via internet termasuk di dunia pendidikan, perbankan, ketenaga kerjaan dan sebagainya. Internet yang multifungsi ini perlahan tapi pasti berusaha mengubah perilaku atau budaya sebagian besar warga kota dari pola-pola layanan konvensional menjadi layanan yang serba digital dan instant. Dengan kelebihannya itu pula, internet diprediksikan akan semakin diminati masyarakat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi.
Beberapa gambaran fakta di atas menunjukkan bahwa ke depan nanti sebagian besar masyarakat kota akan semakin bergantung pada internet untuk menjalani berbagai aktifitasnya. Tolok ukurnya adalah kebutuhan masyarakat terhadap suatu pelayanan informasi dan komunikasi digital yang serba cepat, efisien dan efektif. Pola kerja dinamis seperti ini tidak sekedar menunjukkan gaya hidup orang modern tetapi sudah menjadi kebutuhan semua orang. Hal ini mirip seperti komunikasi ponsel dimana hampir semua kelas sosial masyarakat menggunakannya. Oleh karena itu, internet akan menjadi jendela dunia bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal. Inilah ciri suatu pengembangan kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dimana masyarakatnya dapat terlayani secara elektronik dan infrastruktur pendukungnya dapat saling terintegrasi dengan baik.
Sebenarnya beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengembangkan konsep cybercity. Kota Makassar misalnya, yang merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan uji coba penggunaan perangkat pendukung internet nirkabel atau hot spot di kawasan pantai Losari sepanjang 1,2 Km tahun 2007 lalu. Keinginan untuk mewujudkan kota Makassar sebagai kota dunia maya ini bukan tanpa alasan. Menurut Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, cybercity menjadi salah satu cara pemeritah kota untuk mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi. Dengan langkah ini diharapkan semakin banyak pengguna dan masyarakat tidak gagap lagi dengan teknologi informasi khususnya untuk mengakses internet. Di samping itu, keberadaan layanan akses internet gratis ini akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet gratis tersebut. Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet gratis di ruang publik sehingga lambat laun pantai Losari akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun internasional. Saat ini, pemerintah setempat sedang berupaya memasang puluhan bahkan ratusan access point atau titik akses internet di berbagai wilayah kota Makassar. Puluhan hot spot pun sudah terpasang di sejumlah hotel berbintang, mal, kampus dan instansi-instansi swasta dengan menggunakan teknologi Wi-Fi. Bahkan sejumlah provider berusaha mendapatkan izin pemerintah untuk menggunakan teknologi Wi-Max (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang memiliki daya jangkau hingga 50 Km dengan kecepatan transfer bisa mencapai 75 megabyte per detik dimana ribuan orang dapat mengakses internet dalam satu waktu sekaligus. Dengan teknologi Wi-Max ini sinyal internet akan dipancarkan melalui sebuah menara semacam terminal untuk layanan telepon seluler (Base Transceiver Station/BTS). Saat teknologi itu hadir, seluruh kota Makassar akan menjadi “hot spot”. Pengguna laptop, “Windows Mobile” atau “Smart Phone” dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di tengah sawah di pinggiran kota Makassar. Dengan demikian, peluang masyarakat Makassar untuk menuju cybercity akan semakin cepat.
Beberapa kota yang sudah melakukan perancangan cybercity selain Makassar dan Pangkal Pinang antara lain, Malang Cyber City (MCC), Sukabumi Cyber City (SCC), Bandung Cyber City (BCC), Yogya Cyber City (YCC), Solo Cyber City (SCC), Denpasar Cyber City (DCC) dan kota-kota lain yang segera menyusul.
Sebenarnya pemerintah telah berjanji akan memberikan insentif kepada pengembang kawasan kota cyber dalam bentuk finansial maupun non finansial untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri. Hal ini sejalan dengan penataan industri teknologi informasi saat ini yang difokuskan pada pembentukan unit kota cyber. Dalam pandangan pemerintah, konsep cybercity digambarkan sebagai kawasan dengan infrastruktur teknologi informasi yang memadai baik dari sisi konektivitas jaringan terpadu, kapasitas bandwidth, internet nirkabel dan kabel, dan infrastruktur serat optik mencukupi serta sarana pusat riset yang dikelola bersama perguruan tinggi dan swasta. Agaknya masalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi inilah yang menjadi kendala utama bagi pemerintah untuk menerapkan konsep cybercity di Indonesia.
Oleh:
Muhamad Jafar Elly
Staf Pengajar bidang Teknik Informatika STT-PLN, UPN Veteran, Universitas YARSI, Jakarta dan bekerja di Puslit Oceanografi-LIPI Jakarta.

Cyber City Indonesia Sebuah Konsep

Cyber City Indonesia : Sebuah Konsep

Seperti yang kita ketahui bersama, cyber city merupakan sebuah konsep mengenai kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.  Konsep ini pada dasarnya merupakan konsekuensi dari meningkatnya kebutuhan masyarakat atas akses informasi dan komunikasi yang mudah dan cepat.

Sebenarnya apa Cyber City itu?  cyber city adalah sebuah konsep kota masa depan yang berbasis teknologi informasi tingkat lanjut. Sebuah kota dengan konsep Cyber City yang telah mapan akan menjadi sebuah kota yang terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan lain-lain tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan. Walaupun ujung-ujungnya konsep Cyber City sebenarnya adalah harapan untuk dapat meningkatkan kualitas kehidupan warga sebuah kota.

Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia. Ini adalah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.

Contoh cyber city di Asia antara lain adalah kota Busan di Korea Selatan, Cybercity di Magarpatta yang merupakan  swasta terbesar Teknologi Software Park di India, dan Cyberjaya city di Malaysia. Semua Proses pengembangan umumnya dilakukan setelah mengagendakan program Cyber City,  pemerintah kota setempat memulainya dengan menjalankan konsep Cyber City secara perlahan dan terstruktur. Semua harus diawali dengan sosialisasi yang baik dan menyeluruh. Kemudian memperkenalkan apa tujuan besar dibangunnya cyber city kepada semua lapisan masyarakat. Setelah itu barulah mulai membenahi dan menyediakan infrastruktur pendukung konsep Cyber City tersebut sehingga ketika infrastuktur telah tersedia, dengan sendirinya konsep Cyber City sudah dapat berjalan sesuai harapan.


  
Gb.1. Cybercity di Magarpatta, India
  


Gb.2. Cyberjaya city, Malaysia

Bangsa Indonesia sudah waktunya mulai menerapkan konsep cyber city secara menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan warganya dalam menggunakan teknologi informasi, seperti mengakses internet secara lebih luas, tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia kini berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas baik nasional maupun internasional. Implementasi cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dalam hal ini, masyarakat akan semakin pandai menggunakan internet dalam jumlah yang besar. Pemasangan hot spot Wi-Fi  di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.

Beberapa gambaran fakta di atas menunjukkan bahwa ke depan nanti sebagian besar masyarakat kota akan semakin bergantung pada teknologi informasi untuk menjalani berbagai aktifitasnya. Tolok ukurnya adalah kebutuhan masyarakat terhadap suatu pelayanan informasi dan komunikasi digital yang serba cepat, efisien dan efektif. Pola kerja dinamis seperti ini tidak sekedar menunjukkan gaya hidup orang modern tetapi sudah menjadi kebutuhan semua orang. Hal ini mirip seperti komunikasi ponsel dimana hampir semua kelas sosial masyarakat menggunakannya. Oleh karena itu, internet akan menjadi jendela dunia bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal. Inilah ciri suatu pengembangan kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dimana masyarakatnya dapat terlayani secara elektronik dan infrastruktur pendukungnya dapat saling terintegrasi dengan baik.

Beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengembangkan konsep cybercity secara parsial. Kota Makassar misalnya, yang merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan uji coba penggunaan perangkat pendukung internet nirkabel atau hot spot di kawasan pantai Losari sepanjang 1,2 Km tahun 2007 lalu. Dengan langkah ini diharapkan semakin banyak pengguna dan masyarakat tidak gagap lagi dengan teknologi informasi khususnya untuk mengakses internet. Di samping itu, keberadaan layanan akses internet gratis ini akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet gratis tersebut. Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet gratis di ruang publik sehingga lambat laun pantai Losari akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun internasional. Saat ini, pemerintah setempat sedang berupaya memasang puluhan bahkan ratusan access point atau titik akses internet di berbagai wilayah kota Makassar. Puluhan hot spot pun sudah terpasang di sejumlah hotel berbintang, mal, kampus dan instansi-instansi swasta dengan menggunakan teknologi Wi-Fi.

Sejumlah provider saat ini sudah mendapatkan izin pemerintah untuk menggunakan teknologi Wi-Max (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang memiliki daya jangkau hingga 50 Km dengan kecepatan transfer bisa mencapai 75 megabyte per detik dimana ribuan orang dapat mengakses internet dalam satu waktu sekaligus. Dengan teknologi Wi-Max ini sinyal internet akan dipancarkan melalui sebuah menara semacam terminal untuk layanan telepon seluler (Base Transceiver Station/BTS). Hal ini sangat mendukung berjalannya konsep cyber city di Indonesia.

Pemerintah juga sebenarnya telah berjanji untuk memberikan insentif kepada pengembang kawasan kota cyber dalam bentuk finansial maupun non finansial untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri.  Hal ini sejalan dengan penataan industri teknologi informasi saat ini yang difokuskan pada pembentukan unit kota cyber. Dalam pandangan pemerintah, konsep cybercity digambarkan sebagai kawasan dengan infrastruktur teknologi informasi yang memadai baik dari sisi konektivitas jaringan terpadu, kapasitas bandwidth, internet nirkabel dan kabel, dan infrastruktur serat optik mencukupi serta sarana pusat riset yang dikelola bersama perguruan tinggi dan swasta. Terakhir adalah semua pihak terkait harus sudah bersatu untuk membenahi segala sesuatunya, khususnya didalam melakukan pembenahan infrastruktur yang merupakan salah satu kelemahan kita didalam melakukan percepatan pembangunan di bidang teknologi informasi.  

FB

Tweet GN

Live Trafic Feed ..

Flag Counter

Nasehat

Kita Mampu

CARA BUAT BLOG

Perjuangan anak agar bisa sekolah

Sedih sampai nagis tengok ni..

Dikirim oleh Puteri Tiara Elisha pada 15 Januari 2015

Perjuangan

Perlombaan ini Seru Banget Nih!

Dikirim oleh Videofb pada 4 April 2016